Home / berita umum / Polisi Berhasil Tangkap Dukun Aborsi Serta 20 Kantong Janin Sebagai Barang Bukti

Polisi Berhasil Tangkap Dukun Aborsi Serta 20 Kantong Janin Sebagai Barang Bukti

Polisi Berhasil Tangkap Dukun Aborsi Serta 20 Kantong Janin Sebagai Barang Bukti – Kepolisian Resor Magelang berbarengan Tim Forensik Dokpol Dikkes Polda Jateng temukan 20 kantong janin yang disangka korban aborsi yang dikubur di belakang tempat tinggal dukun bayi, Yamini di Dusun Wonokerso Desa Ngargoretno, Salaman, Kabupaten Magelang.

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo di Magelang, menyampaikan pengungkapan masalah ini bermula dari info orang-orang bahwa dukun bayi itu disangka lakukan praktek aborsi.

Sesudah lakukan penyelidikan, kata Hari, nyatanya info itu valid serta petugas menangkap pelaku serta tanda bukti.

Terkecuali menangkap Yamini, polisi juga mengamankan pasangan suami istri siri yang meminta tolong layanan aborsi.

Yamini mengakui sudah lakukan praktek aborsi ilegal itu mulai sejak 25 th. lalu. Praktek aborsi dikerjakan lewat cara pijat tradisional.

Tim Forensik Dokpol Dikkes Polda Jawa Tengah serta petugas Inafis Polres Magelang lakukan pembongkaran halaman belakang tempat tinggal tersangka yang disadari sebagai tempat mengubur janin bayi hasil aborsi.

” Hasil penggalian kuburan yang dikerjakan di halaman belakang tempat tinggal pelaku, diperoleh seputar 20 kantong jenazah janin. Tetapi, kami belum dapat meyakinkan berapakah jumlah bayi yang dikubur, ” kata Hari.

Dia mengatakan dari hasil pernyataan tersangka, ada sejumlah 8 bayi yang sudah diaborsi. Tetapi, dari hasil riset serta penelusuran sampai Selasa (19/6) malam, ada sejumlah 20 kantong yang diketemukan.

” Disangka jumlah bayi yang diaborsi kian lebih delapan lantaran tiap-tiap satu kantong plastik diisi satu orok, ” tuturnya.

Dokter Subud Dokpol Dikkes Polda Jateng AKBP Ratna Relawati menyampaikan, pihaknya belum dapat meyakinkan jumlah keseluruhnya hasil aborsi yang dikerjakan Yamini. Dari 20 kantong yang diketemukan, delapan salah satunya sudah di teliti serta dirangkai tulang belulangnya.

Hari menuturkan ada yang telah hancur serta tulangnya rapuh. Diprediksikan umur kandungan beragam waktu diaborsi, dari mulai usia tiga bln. sampai sembilan bln..

Atas tindakannya, Yamini terancam dijerat Pasal 80 ayat 3 UU Nomer 35 Th. 2014 perihal Pergantian Atas UU Nomer 23 Th. 2002 perihal Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 5 th. serta denda Rp 100 juta.

Lalu ibu korban aborsi dijerat Pasal 80 ayat 4 UU Nomer 35 Th. 2014 perihal Pergantian Atas UU Nomer 23 Th. 2002 perihal Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya yaitu penjara optimal 15 th. serta atau denda optimal Rp 3 miliar.

About admin