Home / berita umum / Warga Menyampaikan Sistem Ubah Rugi

Warga Menyampaikan Sistem Ubah Rugi

Warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo yang terdampak pembangunan waduk Bendo wadul ke Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) , Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Warga wadul waktu Basoeki tengah mengecek sistem pembangunan waduk.

Warga menyampaikan sistem ubah rugi yang dinilai belum juga sesuai sama hasrat warga. Koordinator warga waduk Bendo, Didik Suwignyo menjelaskan pihaknya menginginkan menyampaikan segera ke Menteri PUPR berkaitan problem ini.

” Sepanjang ada pembangunan waduk Bendo, hak-hak kami belum juga dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, pemerintah pusat ataupun Balai Besar Lokasi Sungai (BBWS) Solo, ” papar Didik waktu didapati di tempat, Jumat (30/3/2018) .

Didik menjelaskan ada 16 item yang belum juga dipenuhi baik dari Pemkab, pemerintah pusat ataupun BBWS Solo berkaitan kesepakatan ubah rugi. ” Th. 2013 lantas kami didatangi oleh BBWS Solo, Pemkab, serta pemerintah pusat, kami dijanjikan kehidupan yang tambah baik, tapi saat ini hidup kami semakin sulit, ” keluh Didik.

Pasalnya, sistem ubah rugi ini belum juga seutuhnya dikerjakan oleh pihak berkaitan. Didik juga menerangkan terlebih dulu warga menuntut ubah rugi atas tanah kepunyaannya. ” Kami mempunyai tanah 17 hektar, kami menginginkan ditukar tanah 2 x lipat, baru kami ingin geser. Tapi th. 2015, BBWS Solo, Pemkab serta Pusat tidak menyanggupi dengan argumen sulit mencari tanah di lokasi sekitaran, ” tambah Didik.

Warga juga memperoleh ubah rugi berbentuk tempat tinggal tipe 49 serta tanah seluas 200 mtr. persegi itupun tanpa ada kurangi hak punya warga yang berada di lokasi pembangunan. ” Notulen th. 2016-2017, ada pemberitahuan tempat tinggal, pekarangan serta tanaman kami yang berada di lokasi pembangunan waduk ditukar, baru kami ingin geser, ” tegas Didik.

Tetapi th. 2017 lantas, warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo alami musibah banjir besar. Disangka banjir karena sungai yang dibuntu hingga mengakibatkan banjir bandang. Warga juga sangat terpaksa ingin direlokasi ke tempat tinggal yang disiapkan oleh Pemkab Ponorogo. ” Walau sebenarnya di tempat tinggal baru ini belumlah ada air, bahkan juga tempat beribadah juga kami bangun swadaya dengan memakai bambu, ” tukas Didik.

Didik dengan 89 warga beda terasa tertipu, selesai direlokasi karna banjir. Tempat tinggal mereka yang ada di lokasi pembangunan waduk juga dibongkar paksa oleh Pemkab Ponorogo.

” Bahkan juga dirobohkan dengan memakai alat berat subuh buta jam 03. 00 WIB oleh Satpol PP, ” tutur Didik.

About admin