Home / berita umum / Uang Dan Tas Mewah Di Suap Ke Bupati Talaud Dari Bernard

Uang Dan Tas Mewah Di Suap Ke Bupati Talaud Dari Bernard

Uang Dan Tas Mewah Di Suap Ke Bupati Talaud Dari Bernard – Untuk dapatkan project di Kabupaten Talaud, Bernard Hanafi Kalalo menyogok Sri Wahyumi Maria Manalip yg gak lain merupakan bupati di kabupaten itu. Jaksa KPK membuka pemberian suap tidak sekedar berbentuk uang tunai akan tetapi ada juga banyak barang elegan.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Bernard duduk jadi terdakwa. Disamping itu jaksa KPK membacakan surat tuduhan untuk Bernard.

“Kalau terdakwa Bernard Hanafi Kalalo sudah melaksanakan beberapa aksi yg punya demikian rupa sampai harus diliat jadi aksi lanjut berikan hadiah,” kata jaksa KPK Nanang Suryadi kala membacakan surat tuduhan untuk Bernard dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Jaksa menuturkan Bernard dapatkan 2 project revitalisasi sebelumnya setelah berkongkalikong dengan Benhur Lalenoh. Benhur dikatakan jaksa jadi orang keyakinan Wahyumi untuk masalah proyek-proyek di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dua project yg diperoleh Bernard yakni revitalisasi Pasar Beo serta revitalitasi Pasar Lirung. Atas hal tersebut Bernard memberikannya uang yg totalnya Rp 595 juta. Tidak hanya itu ada juga pemberian berwujud barang elegan. Tersebut detail pemberian itu:
– Tanggal 22 April 2019, Bernard memberikannya telephone satelit merk Thuraya bersama-sama pulsa Rp 32 juta untuk Wahyumi di Mal Kelapa Gading Jakarta;
– Tanggal 25 April 2019, Bernard mengharap adiknya beli tas tangan merk Balenciaga seharga Rp 32,9 juta serta tas tangan merk Kanal seharga Rp 97,3 juta;
– Pada 26-27 April 2019, Bernard menyerahkan uang Rp 100 juta terhadap Ariston Sasoeng bertindak sebagai Ketua Penyediaan Kerja Penyediaan Layanan Konstruksi;
– Pada 28 April 2019, Bernard, Benhur, serta Beril membeli arloji merk Rolex seharga Rp 224 juta; serta
– Pada 29 April 2019, Bernard, Benhur, serta Beril beli cincin merk Adelle seharga Rp 76,9 juta serta anting merk Adelle seharga Rp 32 juta.

Banyak barang yg dibeli Bernard itu dimaksud jaksa memang diperkirakan untuk Wahyumi. Sebab itu Bernard serta Benhur merencanakan ke arah ke Kabupaten Kepulauan Talaud untuk memberi ke Wahyumi, akan tetapi kedua-duanya lebih dahulu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

“Terdakwa serta Benhur dapat pergi ke Kepulauan Talaud untuk menyerahkan banyak barang itu serta Sri Wahyumi dapat menunggunya, akan tetapi sejenak setelah itu petugas KPK tangkap terdakwa serta Benhur di Hotel Mercure Jakarta,” kata jaksa.

Atas aksi itu, Bernand dituntut bersalah melanggar Clausal 5 ayat (1) huruf a atau Clausal 13 UU Penghilangan Tipikor jo Clausal 64 ayat (1) KUHP.

About penulis77