Home / berita umum / Team TNI-Polri Tengah Berjaga Di Beberapa Titik Gedung MK

Team TNI-Polri Tengah Berjaga Di Beberapa Titik Gedung MK

Team TNI-Polri Tengah Berjaga Di Beberapa Titik Gedung MK – Sekitar 13.747 team paduan dari TNI-Polri menyelamatkan jalannya sidang ke dua konflik hasil penentuan umum (PHPU) di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).

“Team yg ada pada Gedung Mahkamah Konstitusi sekitar 13.747,” tutur Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan selesai apel pagi, Selasa (18/6).

Harry menghimbau biar warga tidak usah berbondong ada ke gedung MK. Hal tersebut, menurutnya, tak lain buat keamanan. Ia menambahkan faksinya namun juga TNI telah siapkan metode lakukan tindakan bila ada suatu yg dirasa mengganggu.

“Kami dari Kepolisian-TNI telah sediakan metode lakukan tindakan di lapangan jikalau ada perbuatan massa serta perlindungan yang lain,” katanya.
13 Ribu Aparat TNI-Polri Kawal Sidang Konflik Pemilihan presiden di MKPersonel Brimob Polri siap-siap lakukan perlindungan di kira-kira Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Selain itu, Direktur Perlindungan Objek Krusial Polda Metro Jaya, Kombes FX Surya menyorot dua soal penting dalam perlindungan ini hari. Pertama, katanya, beberapa team kepolisian biar tak memakai senjata api dalam bekerja.

“Ada sekian banyak penekanan dari pimpinan. Pertama, semua team dilarang memakai senjata api. Memohon buat perwira semasing buat lakukan penelusuran lagi,” katanya.

Terkecuali itu, ia minta biar tiap-tiap team menggunakan beberapa titik perlindungan.

“Ke dua, penyusunan team di tiap-tiap titik biar dimaksimumkan. Kita terdapat banyak pintu kosong tak terbangun, ini hari biar dimaksimumkan. Jadi, sesudah apel ini beberapa team kembali pada posko atau titik semasing,” ujarnya.

beberapa team TNI-Polri tengah berjaga di beberapa titik di kira-kira lokasi gedung MK. Terkecuali itu, beberapa polisi kelihatan tengah mengendalikan arus jalan raya. Sesaat buat Jalan Merdeka Barat tak dapat di lewati kendaraan alias ditutup.

Selain itu, s/d waktu 09.40 WIB, telah kelihatan massa perbuatan demo yg telah datang di kira-kira gedung MK. Mereka didominasi oleh beberapa orang-tua.

Terkecuali itu, sekumpulan orang berpakaian kuning yg mengatakan dari Alumni Kampus Indonesia (UI) barusan datang di Jalan Merdeka Barat. Kehadiran mereka dibarengi oleh budaya Betawi ondel-ondel dengan lantunan lagu ‘Indonesia Pusaka’.

Mereka pun ikut bawa poster yg berisi pernyataan protes berkenaan implementasi pemilu 2019. Ada juga isi dari tulisan dari poster itu di antaranya, ‘What Do We Want? Justice. When Do We Want It? Now’, ‘No Excuse For Systematic Electoral Fraud’, dll.

Sesaat di belakang badan dua ondel-ondel ditulis ‘Ane Cinta NKRI, Saya Kagak Senang Petinggi yg Tukang Bo’ong & Nakal,’ dan ‘Constitutional Judges Get Paid To Defend Truth & Justice,”

Koordinator Lapangan Ikatan Keluarga Besar Kampus Indonesia, Buyung Ishak mengemukakan faksinya ingin menjaga jalannya sidang ke dua PHPU. Ia mengaku faksinya tak mewakili satu diantaranya faksi yg tengah bersengketa. Untuk itu, lebih ia, faksinya cuma mengharapkan biar MK bisa memotong masalah dengan adil serta jujur.

“Kami menjaga ketentuan MK biar mereka jujur, transparan, tegas dalam ambil sikap agar Republik Indonesia tak pecah,” ujar Buyung memasukkan. Nanti ada kira-kira 500 alumni UI akan ikuti perbuatan damai kesempatan ini. Meskipun demikian, berdasar pengamatan langsung, jumlahnya mereka belum lebih dari 100 orang.
“Ada kira-kira 500 orang, kelak lainnya menyalip,” ujarnya.

About penulis77