Home / Uncategorized / Tak Mengembalikan Hp Yang Dipinjam, Seorang Pria Di Bunuh

Tak Mengembalikan Hp Yang Dipinjam, Seorang Pria Di Bunuh

Tak Mengembalikan Hp Yang Dipinjam, Seorang Pria Di Bunuh – Cuma karna perselisihan peminjaman handphone (hp), seseorang pekerja pembuatan serta penjualan roti di Jalan Kolonel Sugiono IX D, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dibunuh beramai-ramai oleh enam orang. Tiga tersangka pembunuhan merencanakan ini salah satunya masih tetap dibawah usia.

Masalah pembunuhan yang menggegerkan warga Kecamatan Kedungkandang itu, bermula dari penemuan mayat lelaki di sekitaran Dam Rolak, yang membendung Sungai Amprong. Korban bernama Zaenuddin dengan kata lain Cinot (21), warga Sampang, diketemukan tewas dengan luka menganga di leher.

Kepala Polres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan mengatakan, pembunuhan bermula waktu korban asal Pulau Madura itu meminjam hp punya satu diantara tersangka RD (17), warga Jalan Muharto V B RT 5 RW 6 Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kakak kandung RD, MM (26), lantas menghubungi YDS dengan kata lain F (21), warga Jalan Kalisari RT 5 RW 2 Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, untuk memohon kembali hp itu. YDS yaitu kekasih RD, yang bekas kekasih RD.

Kemudian, YDS dengan kata lain F mengajak adik kandungnya DNSK dengan kata lain V (17) untuk menagih hp pada korban. Dia juga mengajak SFS (16), warga Jalan Kalisari RT 5 RW 2 Kelurahan Wonokoyo serta MT (19) warga Jalan Kalianyar RT 4 RW 1 Kelurahan Wonokoyo. Terakhir di ketahui, harga hp yang dipinjam korban sekitaran Rp500. 000. “Berawal dari hp yg tidak dikembalikan korban, pada akhirnya beberapa tersangka mempertanyakan pada korban. Namun, korban memberi jawaban yg tidak enak serta buat tersinggung beberapa tersangka, ” tutur Hoiruddin.

Sesudah usaha menagih tidak berhasil, pada akhirnya beberapa tersangka dengan dimotori YDS dengan kata lain F, berinisiatif mengajak beberapa rekannya menganiaya korban. Beberapa tersangka mengelabui korban dengan berpura-pura mengajak korban berjumpa di lokasi Velodrome, Sawojajar. Sebelumnya pergi, tersangka ambil senjata tajam di tempat tinggalnya, yang dipakai untuk membunuh korban.

Korban yang waktu itu penuhi ajakan beberapa tersangka, tidak menganggap juga akan dihabisi nyawanya. Dari Velodorome, beberapa tersangka membawa korban ke lokasi Dam Rolak, yang ada di selatan Velodrome, berjarak sekitaran 2 km. Korban dihabisi lewat cara dikeroyok beramai-ramai. “Setiap tersangka mempunyai peranan sendiri-sendiri. Ada yang memegangi tangan korban serta ada yang mengeksekusi korban, ” katanya.

Dari olah tempat peristiwa perkara (TKP) serta penangkapan pada tersangka, polisi temukan beberapa tanda bukti, berbentuk pisau selama 48 cm, pisau selama 32 cm, pisau selama 22 cm, bambu selama 132 cm, serta sebatang kayu dengan panjang 60 cm. Korban pernah memberi perlawanan. Bahkan juga, beberapa tersangka hingga mesti melepas celana korban karna mereka yakin korban mempunyai jimat hingga tidak dapat dibunuh. Celana korban diketemukan di ruang Dam Rolak.

Kepala Unit Reserse Kriminil (Satreskrim) Polres Malang Kota, AKP Heru Dwi menyebutkan, sistem penangkapan pada tersangka dikerjakan secara cepat. “Pertama kali kami tangkap tersangka MM serta adiknya RD. Penangkapan kami kerjakan sebagian jam sesudah penemuan mayat korban, ” katanya.

Kemudian, polisi menguber empat tersangka yang lain serta berhasil menangkap mereka pada Jumat, 1 September 2017. Tiga tersangka, yaitu YDS dengan kata lain F ; DNSK dengan kata lain V, serta SFS, di tangkap di sekitaran Gadang, Kota Malang, sesudah pernah lari ke lokasi Kabupaten Lumajang. Sesaat MT di tangkap di lokasi Kelurahan Wonokoyo. “MT di tangkap dirumah salah seseorang saudaranya waktu juga akan melarikan diri ke Jakarta, ” katanya.

Beberapa tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu, Pasal 340 KUHP, subsider Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP, yaitu pembunuhan merencanakan, dengan ancaman hukuman maksimum 20 th. penjara.

About admin