Home / Uncategorized / Seorang Anggota LSM Di Ringkus Polisi Akibat Lakukan Pemerasan

Seorang Anggota LSM Di Ringkus Polisi Akibat Lakukan Pemerasan

Seorang Anggota LSM Di Ringkus Polisi Akibat Lakukan Pemerasan  – Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Metro Bantar Gebang membekuk seseorang anggota instansi swadaya orang-orang (LSM) , AK (38) , karna disangka lakukan pemerasan pada Asep Mustofa (50) , seseorang pedagang kelontong. Sesaat dua wartawan gadungan yang turut lakukan pemerasan masih tetap diburu polisi.

”Dua wartawan gadungan itu yaitu F serta S masih tetap diburu keberadaanya. Mereka sering lakukan tindakan pemerasan, ” tutur Kapolsek Bantar Gebang, Kompol Siswo, Senin (27/11/2017) .

Siswo menyebutkan, masalah pemerasan itu berlangsung waktu ke-3 tersangka mendatangi warung kelontong punya Asep pada Minggu (19/11/2017) . Ketiganya menakut-nakuti korban dengan Pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22/2001 mengenai Migas, karna menaruh tabung gas subsidi 3 kg di tempat tinggalnya.

Takut dilaporkan ke polisi, tersangka mengajak korban untuk meniti jalur ‘damai’ dengan memberi beberapa uang. Awalannya tersangka memohon uang tunai sebesar Rp10 juta, tetapi Asep cuma menyanggupi uang Rp5 juta yang dibayar dengan bertahap.

Tetapi, waktu berlangsung negosiasi korban cuma dapat berikan uang Rp300. 000. Sedang kekurangannya juga akan diserahkan esok harinya atau pada Senin (20/11/2017) . Jadi korban pemerasan, pada akhirnya korban memberikan laporan masalah itu ke Mapolsek Bantar Gebang.

Tersangka AK lantas diamankan waktu ambil uang hasil pemerasan sebesar Rp2 juta di Kampung Ciketing RT 01/05, Bantar Gebang. ”Para aktor menggelisahkan warga dengan aksinya, serta telah berapa warga sebagai korban modus mereka, ” tuturnya.

Kanit Reskrim Polsek Bantar Gebang, AKP Supriyanto, memberikan, sesudah memberikan laporan hal tersebut petugas memohon korban untuk ikuti kesepakatan itu, hingga ke-3 tersangka semakin lebih gampang di tangkap waktu terima uang korban. ”Tapi dua tersangka lainnya F serta S tidak ada, ” tandasnya.

Dalam pertemuan itu, cuma AK saja yang datang sendirian dirumah korban. Waktu beralih tangan, tersangka AK segera diamankan bersama tanda bukti. Pada polisi, tersangka mengakui pemerasan ini adalah tindakan yang ke-2. ”Sebelumnya dia memeras warga Rp10 juta, ” tegasnya.

Sekarang ini, pihak kepolisian sudah mengidentifikasi tempat persembunyian F serta S. Ditargetkan, ke-2 tersangka juga akan dibekuk secepat-cepatnya untuk mempertanggung jawabkan tindakannya. Aktor terancam hukuman penjara sepanjang sembilan th. karna tidak mematuhi Pasal 368 KUHP mengenai Pemerasan.

About admin