Home / Hukum / Polda Metro Jaya Tak Izinkan Aksi ” long march “

Polda Metro Jaya Tak Izinkan Aksi ” long march “

Polda Metro Jaya Tak Izinkan Aksi ” long march “  – Polda Metro Jaya tak mengizinkan tindakan pengerahan massa turun ke jalan atau ” long march ” pada 11 Februari 2017. Walau demikian, jika Lembaga Umat Islam (FUI) tetaplah mengadakan agenda pengerahan massa itu, Polda Metro Jaya telah mempunyai taktik untuk mengatasi tindakan “112” itu.

” Kita miliki langkah sendiri, kita bakal komunikasikan serta yang terutama (tindakan) lepas 11 Februari kita tak mengizinkan, ” kata Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu, (8/2/2017) seperti ditulis dari Pada.

Argo mengungkap, Polda Metro Jaya cuma bakal memberi izin Shalat Subuh berjamaah untuk elemen orang-orang di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat pada 11-12 Februari.

Berkaitan dengan larangan tindakan, Argo menjelaskan pihaknya melarang tindakan ” 112 ” itu karena punya potensi mengganggu kamtibmas waktu mendekati saat tenang serta penentuan Pilkada DKI Jakarta yang bakal di gelar dengan cara serentak pada 15 Februari 2017.

Argo menjelaskan petugas kepolisian mempunyai kewenangan untuk membubarkan tindakan yang dikira punya potensi mengganggu keamanan serta ketertiban umum termasuk juga menjatuhkan hukuman sesuai sama ketentuan.

Hal semacam itu sesuai sama Pasal 6 UU Nomer 9 Th. 1998 mengenai mengemukakan pendapat di depan umum yang mengganggu ketertiban tak diijinkan serta Pasal 15 UU Nomer 9 Th. 1998 jadi petugas bisa membubarkan tindakan itu.

Polda Metro Jaya sudah bekerjasama dengan Komisi Penentuan Umum (KPU) DKI Jakarta, Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI, TNI serta Pemerintah Propinsi DKI berkaitan larangan tindakan ” 112 “.

FUI kirim surat pemberitahuan gagasan tindakan ” 112 ” ke Polda Metro Jaya pada Kamis (2/2) tetapi pihak kepolisian tak keluarkan izin lantaran pertimbangan potensi masalah kamtibmas mendekati Pilkada DKI yang bakal di gelar dengan cara serentak pada 15 Februari 2017.

About admin