Home / Berita Bola / Paris Saint-Germain Selalu Kalah Bikin Adrien Rabiot Jengkel

Paris Saint-Germain Selalu Kalah Bikin Adrien Rabiot Jengkel

Paris Saint-Germain Selalu Kalah Bikin Adrien Rabiot Jengkel – Paris Saint-Germain memulai dengan menjanjikan pertandingan tandang ke Real Madrid, tapi selanjutnya takluk 1-3. Adrien Rabiot jengkel timnya pada akhirnya senantiasa jatuh.

PSG unggul lebih dahulu waktu berkunjung ke Santiago Bernabeu, Kamis (15/2/2018) dinihari WIB pada leg pertama sesi 16 besar Liga Champions. Rabiot membawa mereka memimpin di menit ke-33.

Tapi score kembali berimbang waktu Cristiano Ronaldo cetak gol dari titik penalti pada menit ke-45. Kondisi berbalik untuk PSG, sesudah Madrid cetak dua gol di menit-menit akhir : Ronaldo di menit ke-83 serta Marcelo di menit ke-86.

Madrid memanglah semakin banyak meneror selama 90 menit. Mereka miliki delapan tembakan pas sasaran serta empat yang lain melenceng/melambung. Sesaat PSG tidak sangat jelek, dengan empat percobaan pas sasaran serta empat yang lain tidak berhasil menjumpai tujuan.

Rabiot kecewa berat dengan hasil ini karna menilainya timnya pernah dalam tempat bagus serta miliki beberapa kesempatan yang harusnya dapat jadikan gol. Lebih dari itu, dia jengkel karna PSG senantiasa rasakan dalam tempat bagus tapi selanjutnya jatuh.

Di perempatfinal Liga Champions 2013/2014, PSG menang 3-1 atas Chelsea di kandang pada leg pertama. Tapi Les Parisiens lalu buang keuntungan itu selesai kalah 0-2 di leg ke-2.

Pengalaman sama yang lebih pahit dirasa pada musim 2016/2017 lantas, saat kelebihan 4-0 atas Barcelona di leg pertama menguap dikarenakan kekalahan 1-6 di leg ke-2. Kondisinya tidak sama persis, tapi Rabiot rasakan perbedaan makna sama.

” Seperti umum, kami miliki bebrapa kesempatan tapi tidak cukup efektif. Saat kami bertemu dengan tim begini, mereka miliki dua atau tiga kesempatan serta menyelesaikannya, ” kata Rabiot di website resmi UEFA.

” Saya kecewa karna kami menghadirkan permainan yang kami mesti mainkan disini serta mulai dengan baik, tapi kami kebobolan dua gol di ujung pertandingan. Kami senantiasa lakukan hal yang sama serta menyebutkan hal yang sama, tapi selanjutnya kami senantiasa dikalahkan lewat cara sama. “

” Ini mengesalkan serta saya begitu kecewa. Gampang saja untuk cetak delapan gol melawan Dijon atau cetak empat atau lima gol di liga, tapi kami mesti lebih tajam di bebrapa pertandingan seperti ini, ” tandas gelandang 22 th. ini.

About admin