Home / berita umum / Motif Pembunuhan Mengambil Harta Benda Korban

Motif Pembunuhan Mengambil Harta Benda Korban

Motif Pembunuhan Mengambil Harta Benda Korban – Kristiyan Ari Wibowo (31) mengaku membunuh serta membakar dua wanita pada tahun 2011 serta dalam akhir Juli 2018 waktu lalu. Dibawah ini pernyataan Ari berkenaan dua pembunuhan sadis yg di lakukannya dengan modus serta motif yg sama.

Ari menghabisi Ferin Diah Anjani (21) pada Selasa (31/7). Ari mengakui mulai berteman dengan Ferin lewat direct massage (DM) Instagram. Komunikasi kedua-duanya berlanjut di pesan singkat Whatsapp.

Sampai pada Selasa (31/7), kedua-duanya setuju buat bersua di satu diantaranya kamar hotel di daerah Semarang. Di sanalah, Ari mulai menganiaya Ferin.

Sehabis Ferin gak sadarkan diri, tubuhnya dibalut selimut hotel serta dimasukkan ke bagasi mobil sewaannya. Dari Semarang, Ari langsung menuju daerah rimba jati di Kunduran, Blora.

” Arahnya bener-bener pengin mengambil emasnya. Di kamar hotel, saya lakban tangan serta kakinya, namun dia (korban) berontak serta teriak hingga saya spontan langsung mencekik serta membekap parasnya, ” jelas Ari kala jumpa pers di Mapolres Blora, Rabu (8/8/2018).

Ari membawa kabur perhiasan Ferin berwujud liontin, cincin, gelang tangan serta kaki. Banyak barang itu lantas digadai serta dapatkan uang sejumlah Rp 4 juta.

” Uang 4 juta buat kepentingan pribadi. Ya Rp 2, 5 juta buat transfer bank bayar utang, bekasnya buat kepentingan sesehari, ” kata Ari.

Pengungkapan perkara pembunuhan Ferin buka perkara pembunuhan beda yg dilaksanakan Ari tujuh tahun lalu. Meskipun demikian sampai saat ini polisi belum juga dapat menyingkap ciri-ciri wanita yg dimaksud Ari datang dari Wonosobo itu. Korban diramalkan berumur 25 tahun, punyai rambut lurus berwarna hitam kemerahan sisa dicat.

Kala itu, Ari mengakui kenal dengan korban lewat salah seseorang mucikari di daerah Semarang. Terbentuklah perjanjian pada Ari dengan korbannya buat berkencan di satu diantaranya hotel di daerah Semarang.

Di kamar hotel, Ari mulai menghabisi nyawa korbannya dengan memanfaatkan barbel seberat 2 kilo-gram. Kala korban dalam urutan gak sadar, Ari langsung membawa badan korban dari Semarang menuju daerah rimba jati di kecamatan Todanan, Blora.

” Bila 2011 saling wanita panggilan. Sesuai di hotel Semarang lantas bercakap mau mememohon kendaraannya, mobil Toyota Rush, ” ujarnya.

Dari perkara 2011, Ari mengaku sukses membawa kabur mobil Toyota Rush serta langsung dibawa ke Bali. Tetapi lantas, Ari mengaku mobil itu diambil oleh satu diantaranya perusahaan leasing sebab kreditnya macet.

” Tak ada ide, sebab bila dibakar menurut saya dapat menghilangkan jejak, ” akunya.

Ari saat ini mendekam di sel Mapolres Blora. Ia dijaring dengan clausal pembunuhan memiliki rencana serta terancam hukuman mati.

About admin