Home / Uncategorized / Menganulir Vonis Terlepas Handoko Lie Serta Menjatuhkan Hukuman 10 th

Menganulir Vonis Terlepas Handoko Lie Serta Menjatuhkan Hukuman 10 th

┬áMenganulir Vonis Terlepas Handoko Lie Serta Menjatuhkan Hukuman 10 th – Mahkamah Agung (MA) menganulir vonis terlepas Handoko Lie serta menjatuhkan hukuman 10 th. penjara dalam masalah tanah PT Kereta Barah di Medan. Diluar itu, Handoko juga harus ganti kerugian negara sebesar Rp 185 miliar.

Masalah berawal waktu berlangsung pelepasan beberapa tanah hak punyai PT KA di Jalan Timor, Medan, Sumatera Utara seluas 75. 352 mtr. persegi pada th. 80-an. Nyatanya masalah tanah itu beraroma koruptif.

PT KA yang tujuannya jual hak manfaat bangunan (HGB) atas tanah itu, jadi beralih jadi hak punya serta dikuasai Handoko. Patgulipat itu pada akhirnya menyeret Handoko ke pengadilan.

Pada 18 Desember 2015, Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menyebutkan tuntutan jaksa tidak bisa di terima. Vonis Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta juga tidak demikian bermakna. Sebab majelis tinggi mengambil keputusan untuk melepas Handoko pada 14 Maret 2016.

Atas vonis itu, jaksa tidak terima serta ajukan kasasi. Gayung bersambut : Handoko dinyatakan bersalah.

” Menjatuhkan pidana pada terdakwa sepanjang 10 tahu penjara serta denda Rp 1 miliar subsidair 6 bln., ” putus majelis kasasi yang diambil detikcom dari situs Mahkamah Agung (MA), Jumat (19/5/2017).

Diluar itu, MA juga memerintahkan Handoko kembalikan kerugian negara Rp 187 miliar. Apabila tak membayar mulai sejak 1 bln. mulai sejak putusan kasasi, jadi mal Handoko diambil alih untuk dilelang.

Bila terpidana tak memiliki mal yang memenuhi jadi ditukar 6 th. penjara, ” putus majelis hakim pada 30 November 2016.

Vonis itu diketok oleh ketua majelis hakim agung Salman Luthan dengan anggota Syamsul Rakan Chaniago serta MS Lumme.

Majelis yakini Handoko sebagai pemegang hak atas tanah/hak manfaat bangunan sudah lakukan manipulasi dalam ajukan permintaan hak, yang awal mulanya cuma beberapa dari tanah punya PT KA, tetapi paling akhir bisa dikuasai semuanya oleh terdakwa. Diatas tanah itu lantas di bangun perkantoran, perumahan serta pusat perbelanjaan.

” Kerugian keuangan negara dalam perkara a quo relatif besar, ” tutur majelis memperhitungkan hal yang memberatkan untuk Handoko.

About admin