Home / berita umum / Ini Cerita Perjuang Melawan Kanker

Ini Cerita Perjuang Melawan Kanker

Ini Cerita Perjuang Melawan Kanker – Ini cerita perjuangan Rachael Bland, wartawan serta penyiar BBC, menantang kanker, yang wafat Rabu (5/9) tempo hari.

Sesudah melakukan therapy semenjak 2016, kemarin, ia memperoleh pemberitahuan jika penyakitnya semakin ganas.

” Waktunya tlah datang, kawan. (Pemberitahuannya) mendadak. Saya dikasih tahu, hidup saya tinggal beberapa waktu… terima kasih banyak atas supportnya sampai kini, ” kata Rachael di Twitter pada 3 September.

Dua hari lalu Rachael hembuskan nafas yang paling akhir.

Steve, suami Rachael, menyampaikan, ” Tiada kenal capek ia coba kurangi stigma mengenai kanker. Ia menunjukkan pasien penyakit ini dapat menangani rintangan. “

” Walau dalam kondisi lemah dengan fisik, ia masih bersuara (mengenai pentingnya perjuangan menantang kanker), ” kata Steve. Ia memvisualisasikan Rachael menjadi wanita prima serta dianya begitu kehilangan.

” Tanpa kata yang dapat memvisualisasikan bagaimana kami kehilangan dia, ” kata Steve.

Rachael mendokumentasikan perjuangan menantang kanker lewat situsnya, Big C Little Me, yang telah mencapai beberapa penghargaan. Ia juga jadi presenter podcast mengenai kanker.

Ia didiagnois menderita kanker payudara pada November 2016. Satu bulan lalu ia mengawali kemoterapi serta melakukan operasi pengangkatan payudara pada Juli 2017.

Pada Mei 2018 Rachael ikuti satu eksperimen klinis, akan tetapi penyebaran kanker di tubuhnya tambah lebih cepat, menaklukkan perawatan eksperimen yang ia ikuti ini.

Ia banyak mendapatkan pujian karena share pengalaman bagaimana menantang serta hidup dengan kanker.

Di website serta podcast -bersama sesama penyiar yang sempat menderita kanker, Lauren Mahon serta Deborah James- Rachael share mengenai bagaimana menangani rambut yang rontok serta bagaimana memberitahu keluarga serta sahabat masalah kanker.

Ia menulis jika arah utama kenapa ia share pengalaman karena apakah yang ia kerjakan membawa dampak yang menentramkan buat dianya.

” Saya suka apakah yang saya catat, dalam banyak hal, menolong beberapa pasien kanker yang lainnya, ” tuturnya.

Di lain waktu, Rachael membuka ketakutan terbesarnya, yakni tinggalkan Freddie, putranya yang masih tetap begitu belia tiada profil ibu.

” Saya tidak takut mati, ” tulisnya di koran The Daily Telegraph pada bulan Agustus.

” Hanya satu ketakutan saya ialah, beberapa orang yang saya tinggalkan. Freddie… Steve serta keluarga saya. ” Ia memberikan, ” Saya serta Steve tidak mengulas bagaimana Freddie seperginya saya. Yang kami bicarakan ialah, apakah yang dapat bisa dikerjakan suami dengan Freddie saat saya telah tidak lagi ada. “

” Saya meyakini Steve akan tabah… ia bapak yang mengagumkan. ” Tidak hanya share cerita perjuangan menantang kanker, Rachael juga menulis buku memoar yang ia jelaskan menjadi bentuk perasaan sayang pada Freddie.

Dalam tulisan di The Huffington Post, Rachael mengutarakan ia sudah mempersiapkan hadiah ulang tahun untuk Freddie sampai bocah ini mencapai umur 21.

” Hadiahnya beberapa barang pribadi, seperti buku catatan hingga ia paham seperti apakah tulisan tangan saya. Atau minyak wangi. Beberapa waktu lantas ia menolong pilih minyak wangi yang saya beli, ” kata Rachael.

” Dengan demikian ia akan mengingat berbau tubuh saya, ” tuturnya.

About admin