Home / Uncategorized / Indonesia Raih Perunggu Dalam Ajang Paralayang

Indonesia Raih Perunggu Dalam Ajang Paralayang

Indonesia Raih Perunggu Dalam Ajang Paralayang – Atlet paralayang putri Indonesia, Rika Wijayanti, mesti senang mencapai medali perunggu Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antarnegara (WPAC/World Paragliding Accuracy Championship) FAI IX Albania 2017. Dia ada dibawah atlet Thailand, Nunnapat Phuchong, dan juara Seri PGAWC (Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang) 2016, Marketa Tomaskova dari Ceko.

Rika, atlet asal Batu, Malang, Jawa Timur, mencatat nilai 1. 000 pada ronde 6, akibat harness (kantong badan) menyentuh tanah sesudah pendaratan keras. Walau sekian atlet 23 th. ini tetaplah ada di peringkat ketiga karna system penilaian discard round (ronde coret) yang menyingkirkan nilai satu diantara ronde terburuk setiap atlet.

Hasil ini termasuk bagus karna Rika baru pertama kalinya ikuti Kejuaraan Dunia. Dia dapat berkompetisi ketat dengan beberapa pilot senior putri dunia, termasuk juga Nunnapat Phuchong serta Marketa Tomaskova. Bahkan juga, pada Seri II PGAWC 2017 di Serbia bln. April, Rika menyabet gelar juara kelas putri menaklukkan Marketa.

Disamping itu pada kelas beregu, Indonesia mesti senang tempati posisi ke empat. Mereka kalah dari Ceko dalam kompetisi lagi sesudah menyatukan poin yang sama untuk nilai akhir, yaitu 81. Beberapa tujuh pilot dari ke-2 negara diadu terbang sekali lagi serta hasil pada akhirnya, Indonesia terpaut 2 cm.

WPAC yaitu aktivitas tetaplah FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk berolahraga dirgantara dunia, yang berjalan setiap dua th.. Kesempatan ini di gelar di pegunungan kota Vlora, Albania, Eropa Timur, 5-14 Mei serta diikuti 147 pilot (32 salah satunya putri) dari 28 negara. WPAC FAI X 2019 kembali bakal di gelar di Eropa Timur, yaitu Serbia.

Peta Kemampuan Asian Games 2018

Lihat hasil WPAC 2017, peta kemampuan cabang paralayang pada Asian Games 2018 semakin terang. Indonesia sebagai tuan tempat tinggal mesti mewaspadai China, Thailand serta Korea pada nomor ketepatan mendarat. Sedang untuk nomor XC (lintas alam), Jepang, Nepal, Korea serta India yaitu kompetitor berat.

Di kelas beregu, Indonesia terpaut 29 poin dari China yang mencapai medali emas. Sedang Korea cuma satu peringkat dibawah timnas dengan selisih nilai 3. Sesaat Thailand, yang tidak berhasil menjaga medali emas kelas beregu yang mereka capai pada WPAC 2015, di peringkat ketujuh dengan selisih nilai 8 dibawah timnas.

Pelatih kepala timnas, Gendon Subandono, mengaku penyelesaian akhir berbentuk tehnik pijakan waktu mendarat beberapa pilot timnas butuh diperbaiki mendekati Asian Games XVIII 2018.

” Supaya lebih pas di titik 0. Kami keduanya sama mencapai pad seperti pilot China. Tetapi mereka lebih pas, ” katanya, seperti di sampaikan staf Humas FASI, Tagor Siagian.

Pad yaitu bantalan elektronik bergaris tengah 17 cm, tersambung segera ke papan nilai. Dengan hal tersebut, bila menginginkan memperoleh nilai prima, 00, 00, jadi mesti menginjaknya pas di dalam.

Pelatnas paralayang untuk Asian Games 2018 diikuti oleh 18 pilot (8 putri serta 10 putra). Alumni timnas SEA Games 2011 seperti Thomas Widyananto (peraih empat medali emas waktu itu) serta Lis Andriana, juara kelas putri Seri PGAWC tiga th. berturut-turut, 2012-2014, termasuk juga salah satunya. Nanti bakal diambil sejumlah 12 pilot (5 putri serta 7 putra).

Setelah itu, tim pelatnas bakal ikuti Seri III PGAWC di Mont Saint Pierre, Kanada, 21-23 Juli. Kemudian, mereka bakal tampak pada Seri IV di Pegunungan Kobarid, Slovenia, 22-24 September. (*)

Hasil akhir Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara (WPAC) FAI IX Albania 2017 :

Kelas Beregu :

1. China : 52
2. Serbia : 65
3. Ceko : 81/5
4. Indonesia : 81/7
5. Korea : 84
6. Slovenia : 87
7. Thailand : 89
8. Bulgaria : 166
9. Inggris : 235
10. Turki : 251

Kelas Putri :

1. Nunnapat Phuchong (Thai) : 22
2. Marketa Tomaskova (Ceko) : 25
3. Rika Wijayanti (Indonesia) : 46
4. Milica Marinkovic (Serbia) : 64
7. Dagylom Lee (Korea) : 87
8. Di Wang (China) : 96
11. Ike Ayu Wulandari (Indonesia) : 173

Kelas Umum :

1. Tzevetan Tzolov (Bulgaria) : 7
2. Matjaz Sluga (Slovenia) : 8/3
3. Haiping Chen (China) : 8/461
4. Tomas Lednik (Ceko) : 10
4. Goran Djurlovic (Serbia) : 10
4. Zhifeng Zhu (China) : 10
7. Yong Wu (China) : 12
9. Jiangwei Wang (China) : 14
9. Jirasak Witeetham (Thai) : 14
11. Darumaka Rajasa (Indonesia) : 15
19. Permadi Chandra (Indonesia) : 20
21. Nunnapat Phuchong (Thai/Pi) : 22
25. Marketa Tomaskova (Ceko/Pi) : 25
25. Jafro Megawanto (Indonesia) : 25
27. Aris Afriansyah (Indonesia) : 26
28. Irvan Winarya (Indonesia) : 27

About admin