Home / berita umum / Di Rokan Hilir, Seorang Anggota Polisi Lakukan Pemerkosaan Pada Wanita Umur 20 Tahun

Di Rokan Hilir, Seorang Anggota Polisi Lakukan Pemerkosaan Pada Wanita Umur 20 Tahun

Di Rokan Hilir, Seorang Anggota Polisi Lakukan Pemerkosaan Pada Wanita Umur 20 Tahun – Seseorang anggota polisi disangka lakukan tindak pidana perzinahan pada AP (20) di Kabupaten Rokan Hilir. Sekarang ini polisi berinisial Brigadir BFS itu tengah melakukan kontrol intens oleh Bagian Profesi serta Pengamanan Polda Riau.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto menuturkan pihaknya tetap akan tindak tegas Brigadir BFS sama dengan ketentuan internal kepolisian.

” Dia dicheck Propam. Kami prinsip untuk tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum tiap-tiap pelanggaran yang dikerjakan oleh pelaku polri, ” tegasnya.

Untuk sekarang ini, BFS tengah melakukan kontrol internal oleh Bagian Profesi serta Pengamanan (Bid Propam) Polda Riau.

Sampai sekarang ini Sunarto juga belumlah memperoleh info mengenai laporan dari korban. ” Info yang saya bisa korban tidak melapor, kedua pihak setuju untuk merampungkan dengan kekeluargaan, ” jelasnya.

Untuk didapati, masalah ini berlangsung pada Sabtu (15/9) malam seputar jam 22. 30. Waktu itu, Brigadir BFS mendatangi satu kafe di simpang Pujud Kepenghuluan Bahtera Makmur Kecamatan Bagan Sinembah. Sesampainya disana, Brigadir BFS memerintah pemilik kafe tutup tempat serta mematikan musik.

Brigadir BFS juga memaksa untuk mengantarkan pulang AP bersama dengan seseorang anaknya yang masih tetap berumur 1 bulan yang didapati ialah menantu dari pemilik kafe.

Sebab takut, AP bersedia diantar pulang ke tempat tinggalnya di km. 5 Bahtera Makmur. Didalam rumah itu, AP lalu dipaksa melayani BFS untuk terkait tubuh seperti suami istri. Bahkan juga BSF sudah sempat tunjukkan satu senjata api untuk memberikan keyakinan jika dianya ialah seseorang polisi.

Sesaat, seputar jam 23. 00, pemilik kafe lalu menghubungi pihak Polsek Bagan Sinembah, serta mengemukakan mengenai ada seseorang polisi yang marah-marah serta tutup kafe, dan membawa menantunya.

Atas laporan itu, pihak polsek coba menghubungi handphone Brigadir BFS, namun ponselnya mati.

Kurang sampai disana, pihak Polsek Bagan Sinembah lalu membawa pemilik kafe untuk mendatangi rumah AP, akan tetapi juga tidak temukan Brigadir BFS.

Waktu di tanya, AP awalnya mengakui tidak berlangsung apa-apa pada dianya. Akan tetapi sesudah dikerjakan penelusuran di kamar, diketemukan bukti kuat perbuatan BFS. Sesudah di tanya kembali, baru lah AP mengakui jika dianya dipaksa terkait tubuh oleh Brigadir BFS.

Atas peristiwa itu, pihak Polsek Bagan Sinembah lalu lakukan penelusuran, serta sukses temukan Brigadir BFS serta ditangkap.

About admin