Home / berita umum / Bos First Travel Asetnya Segera Di Jual

Bos First Travel Asetnya Segera Di Jual

Jakarta – Bos First Travel Andika Surachman mengharapkan, asetnya selekasnya di jual. Hal tersebut dikatakannya selesai melakukan persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Senin (5/3/2018).

Dia mengharapkan, keinginan yang diserahkannya sebagian lantas lewat kuasa hukum supaya direalisasikan. Mengingat, uang yang dibuat dalam penjualan aset juga akan digunakan untuk kebutuhan jemaah

” Saya mengharapkan selekasnya direalisasikan karenanya semakin banyak faedahnya, ” tutur dia.

Terlebih dulu, pada persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Senin, 26 Februari 2018, Direktur Paling utama First Travel Andika Surachman memberikan instruksi kuasa hukumnya untuk jual aset. Perintah itu di sampaikan kuasa hukum lewat surat pada majelis hakim serta kajari.

” Kami tidak memajukan nota pembelaan. Kami cuma menginginkan menyerahkan surat pada ketua majelis hakim serta kajari, ” ucap kuasa hukum, Puji Wijayanto.

Puji mengemukakan beberapa isi surat itu. Dasarnya First Travel punya niat jual aset yang dipunyainya untuk memberangkatkan jemaah.

” Setahu kami ada 10 mobil mewah, tanah, tempat tinggal, ruko. Semuanya aset diambil alih oleh kejaksaan, ” tutur Puji.

Disamping itu, jaksa penuntut umum, Tia Zahra, mengakui juga akan membahas kembali semua aset yang dipunyai oleh First Travel.

Menurutnya, tidak semuanya aset dapat segera di jual. Argumennya, sebagian aset beralih nama pada orang yang lain. ” Ada aset yang di-HGB-kan orang yang lain. Oleh karenanya, kami menanti kontrol saksi, ” tutur dia.

Dia menuding, jumlah aset First Travel juga akan tidak cukup ganti kerugian jemaah. ” Keseluruhan kemaren kerugian sekitaran Rp 11 miliar. Aset tidaklah sampai segitu, ” jelas dia.

Jaksa penuntut umum (JPU) mendatangkan enam saksi pada persidangan masalah penipuan First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (5/3/2018). Dalam persidangan, kontrol saksi dibagi jadi dua session. Pertama yaitu Dewi Gustiana, Tri Suheni, serta Martono. Ke-2, Setia Ningsih handayani, Puspitasari, dan Surya Yustina.

Semua saksi adalah kolega usaha agen perjalanan umrah First Travel. Satu per satu bercerita semula ketertarikan jadi agen First Travel.

Dewi Gustina, umpamanya, mengakui gabung jadi agen mulai sejak 5 Desember 2015. Waktu itu, ia ikuti aktivitas promosi di satu hotel di lokasi Jakarta.

Salah seseorang bos First Travel bernama Andika Surachman mengemukakan keuntungan-keuntungan yang didapat bila gabung jadi agen FT.

Tidak cuma itu, Andika juga menggembarkan-gemborkan penghargaan yang di terima First Travel. Jurus tepat Andika itu rupanya buat Dewi terpikat.

” Andika serta Anniesa Devitasari Hasibuan katakan First Travel perusahaan paling baik karna memperoleh perhargaan, ” tutur dia di persidangan.

Apa yang diyakininya jadi bertambah karna sempat nikmati perjalanan umrah dengan memakai First Travel. ” Th. 2015 saya rasakan sendiri sarana First Travel, ” ungkap dia.

Terhitung mulai sejak gabung, Dewi Gustina bisa merangkul 671 jemaah. Sayangnya, cuma 329 jemaah yang sukses pergi. Bekasnya, 342 jemaah tidak berhasil pergi. Jika dinominalkan jumlahnya menjangkau Rp 5, 8 miliar.

” Uang ada di rekening First Travel karna ada ketetapan uang tidak bisa ke agen, tapi First Travel. Kami cuma terima bukti transfer di lampirkan serta dikirim ke e-mail kalau beberapa nama telah membayar, ” tutur dia.

Sama seperti dengan Dewi Gustina, Tri Suheni juga gabung mulai sejak 5 Desember 2015. Ia tertarik sesudah lihat pelbagai unggahan di Facebook First Travel.

Dia mengatakan tergiur paket yang di tawarkan. Terlebih, th. 2014 dia sempat memakai jasa perjalanan umrah itu. ” Begitu murah harga nya. Pada akhirnya saya tertarik, ” tutur dia.

Sepanjang gabung, keseluruhan ada 347 orang jemaah yang sukses diambil. Mengenai, 47 jemaah telah pergi. Bekasnya 300 belum juga diberangkatkan. Walau sebenarnya, semua telah membayar lunas.

” Sejumlah 347 membayar lunas. Nilainya disetorkan ke First Travel Rp 5, 5 miliar. Kami alami kerugian Rp 4 miliar, ” tutur dia.

About admin