Home / kriminal / Berkolaborasi Edarkan Sabu-Sabu Paman Dan Keponakan Di Tangkap Polisi Di Sumut

Berkolaborasi Edarkan Sabu-Sabu Paman Dan Keponakan Di Tangkap Polisi Di Sumut

Berkolaborasi Edarkan Sabu-Sabu Paman Dan Keponakan Di Tangkap Polisi Di Sumut – Paman serta keponakan di Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, bekerja sama-sama dalam usaha terlarang. Mereka bersinergi mengedarkan sabu-sabu. Ke-2 terduga, Ade Febri alias Febri (23) berbarengan pamannya, Supriangga alias Paklek (33).

Mereka saat ini ditahan selesai dibekuk petugas Grup Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai.

“Kita tangkap paman serta keponakan yg diduga mengedarkan sabu-sabu ini di tempat tinggal mereka di Dusun III Desa Pon, Sei Bamban, Sergai, Sabtu (8/12) lebih kurang waktu 16.00 WIB,” kata AKP Martualesi Sitepu, Kasat Reserse Narkoba Polres Sergai, Senin (10/12).

Penangkapan ke-2 terduga dijalankan sehabis petugas menindaklanjuti info mengenai peredaran narkoba di daerah Desa Pon. Hasil dari penyidikan didapati aktor yg mengedarkan narkoba yaitu Ade Febri serta pamannya Supriangga.

“Seterusnya dijalankan pemantauan, lantas pada saat yg pas dijalankan penggrebekan serta ditemui Supriangga tengah merakit bong atau alat isap sabu di ruangan tamu tempat tinggalnya,” jelas Mastualesi.

Ade Febri langsung juga diamankan. Penangkapan itu lantas disertai pencarian rumah, didampingi kepala dusun ditempat. Di lantai kamar diketemukan 7 plastik transparan berisi kristal dikira sabu-sabu dengan bruto 1,20 gr serta 1 bal plastik klip kosong. Petugas pun mengamankan 2 unit telpon selular.

Dari interogasi awal, ke-2 terduga menyatakan baru lebih kurang 3 minggu lebih mengedarkan sabu-sabu. Mereka jual 0,5 hingga sampai 1 gr barang haram itu sehari-hari.

“Ke-2 terduga menyatakan mendapatkan keuntungan 10% dari penjualan,” katanya.

Paman serta keponakan itu mendapat sabu dari seorang berinisial S alias AK. Pria ini tetap dicari petugas.

Ade Febri serta pamannya Supriangga diduga udah melanggar Kasus 114 subsidair Kasus 112 UU RI No 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika jo Kasus 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Ultimatum hukuman maksimum 12 tahun penjara serta denda sejumlah jumlahnya Rp 8 miliar,” jelasnya.

About admin