Home / Uncategorized / Banyuwangi Go Publik AS

Banyuwangi Go Publik AS

Banyuwangi Go Publik AS  – Sekitar 12 travel agent serta travel operator (TATO) asal Amerika Serikat bertandang ke Banyuwangi. Kehadiran travel agent yang difasilitasi Kemenlu RI untuk mempromokan Banyuwangi ke publik AS. Mereka lakukan pendekatan kerja sama juga dengan aktor wisata Banyuwangi untuk menggandeng wisatawan AS.

Staf Fungsional Direktorat Amerika I Dirjen Amerika Eropa Kementerian Luar Negeri, Usman Effendy, menjelaskan, promo wisata yang dikerjakan Banyuwangi waktu lalu atas fasilitasi Kemenlu di AS nyatanya memperoleh sambutan positif.

Di pimpin Koordinator Biro Perjalanan Wisata AS Daerah Midwest Jesse Guerra, belasan TATO ini terbang untuk lihat langsung kekuatan pariwisata di Banyuwangi.

“Waktu Banyuwangi promo di AS tahun kemarin itu, nyatanya ada tanggapan positif dari beberapa aktor wisata. Mereka serius ingin menindaklanjuti kesempatan kerja sama ini dengan hadir ke Banyuwangi,” katanya pada wartawan, Senin (13/5/2019).

Juli 2018 lalu memang delegasi Banyuwangi jadi undangan kehormatan “Indonesia Tourism Trade Show” yang diadakan di Chicago. Bupati Anas berjumpa dengan aktor pariwisata AS.

Usman memberikan tambahan, beberapa aktor wisata AS ini ada di Banyuwangi sepanjang 4 hari (9-13/5/2019). Tidak hanya mendalami kekayaan alam serta adat Banyuwangi, mereka merajut kerja sama juga dengan aktor pariwisata Banyuwangi.

“Mereka telah keliling Banyuwangi, dari mulai Kawah Ijen sampai berkunjung ke Desa Tradisi Kemiren. Mereka berjumpa partner agen travel Banyuwangi lokal yang mungkin supaya bisa memperoleh penawaran paket paket wisata yang dapat dipropagandakan di Amerika Serikat sekaligus juga meng-handle wisatawan yang hadir ke Banyuwangi,” katanya.

Sesaat Koordinator Biro Perjalanan Wisata AS Daerah Midwest Jesse Guerra akui berkesan dengan Banyuwangi sepanjang empat hari ada di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu.

“Kami di sini sepanjang empat hari serta memperoleh beberapa hal mengagumkan. Diantaranya, Kawah Ijen. Gunung ini harus dikunjungi langsung untuk lihat pesonanya, sebab dikisahkan saja tidak dapat memvisualisasikan keindahan yang sebenarnya,” kata Jesse.

“Kami dibawa melihat Tari Gandrung yang indah, mencicip kopi yang begitu enak. Kami banyak juga temukan senyum yang ramah dari masyarakat ditempat. Semua mengagumkan,” paparnya.

Tidak hanya kekayaan wisata serta budayanya, menurut Jesse, kelebihan wisata Banyuwangi yang lain ialah akses yang gampang sekaligus juga kedekatan dengan Pulau Bali yang telah diketahui terlebih dulu oleh publik AS.

“Itu mempermudah kami mempromokan. Contohnya kami dapat membuat paket wisata Singapura, Bali serta Banyuwangi, dengan waktu bermalam di Banyuwangi 2-3 hari. Pasti begitu menarik,” katanya.

“Ditambah lagi sarana hotel yang deluxe akan memberi agunan kenyamanan buat turis-turis kami mendatang ke sini,” sambungnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan syukur usaha pendekatan promo wisata di AS memperoleh balasan konkret dari aktor wisata disana. Anas mengucapkan terima kasih pada pemerintah pusat yang selalu memberi dukungan pariwisata Banyuwangi.

“Mudah-mudahan langkah konkret ini dapat jadi pintu masuk buat menambahkan jumlahnya wisman ke Banyuwangi,” pungkas Anas.

About admin